aku melihat kau disudut sana
memanggilku, mangajakku untuk pergi bersama
namun aku diam, tetap diam
lalu kamu tersenyum sinis karenaku tak jua bangkit dari kursiku
mendekat dan terus mendekat hingga aku terjatuh
namun kucoba lebih telusuri kamu
semakin aku tersadar, bayangmu kian surut
samar, sama dengan debu diujung sana
berkali ku yakinkah itu wujudmu
suara langkah menghampiri aku yg sedari tadi tak sadar
diam. kau hanya diam tanpa berkata untukku
menatapku tajam, berselir lagi senyum sinismu itu
aah, apa yang sebenarnya terjadi?
kucoba menyentuh wajahmu namun tak bisa
kuperjelas bahwa itu kamu ternyata tidak
itu bukan kamu, hanya gumpalan rinduku berwujud bayangmu. ah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar