Selasa, 18 Januari 2011

message with alvin junizar ..

:Ny. Febriant :
Ya Allah .. ia deh,terserah kamu, yg penting akunya udah niat mau ngerubah ..
mau lebih* giat belajar .. mau lebih* rajin shalat .. mau lebih* menjadi pribadi yg lebih baik dr sbelumnya ..
:Tn. Junizar :
Ya allah , ada angin apaan ya seseorang yg hamba sangat sayangi tiba" mau berubah ..
apa bener omongan dya ya ALLAH ..
klo bener semoga besok tidak terjadi bencana dengan berubah nya dy ..
:Ny. Febriant :
liburan, jangan tidur mulu yak, makan, mandi terus sholat ..
:Tn. Junizar :
belajar aja yang bener , gk usah ngurusin aku ..
supaya km pinter n bisa bkin ortu bangga , poko ny aku gmw liat nilai km semua ny yg d bawah 78 d raport ..
:Ny. Febriant :
oke sip :)


MALAM HARI
:Ny. Febriant :
izin mau kerumah tmen dulu ya, mau kerja kelompok, pulang malem.
:Tn. Junizar :
terserah
:Ny. Febriant :
eh tau nggak boy .. gua pngen lu dngerin n tau keluh kesah gua ..!! tapi lu malah gak peduli sama gua .. sama apa yg terjadi dng gua ..
:Ny. Febriant :
good night, have nice dream ..
:Tn. Junizar :
hey,km tuh udh gk sms" malem ini ..
skali ny sms malah ngucapin tidur , aku nungguin km ..
ap km cuma pura" alesan blajar , pdahal pent kontek"an am yg laen cz dh bosen am ak ..
jujur am ak , ak lebih suka kejujuran meskipun itu menyakitkan ..
:Ny. Febriant :
mohon deh kali ini aja kamu percaya, ngertiin akulah kali ini, .. aku belajar .. emang bnyak yg sms .. tp gak aku bles .. besok aku ulangan..
dan secara nggak langsung, kamu jg ngerasain yangs, apa yg aku rasain, kalo aku nunggu sms kamu, waktu kamu nyuekkin aku .. tp aku sabaar .. belum waktunya mungkin buat km ngerti ..
:Tn. Junizar :
iya , aku tau ..
aku ngerti , tpi ngerasa aneh aja aku ..
tpi ydh gpp,mungkin km dh rada bosen sma ak ..
akusayangkamu
:Ny. Febriant :
aku kalo sms kamu jarang dbles ..
aku kalo gak sms kamu, kamu marah, kamu mikir yg macem* ..
aku gak pernah ngerasa bosen sama kamu .. tapi aku gak bisa kalo terus terussan dicuekkin kamu .. gak dipeduliin .. gak dipercaya ..
aku pngen kamu tau ..
aku juga sbnernya kesel kalo sms aku gak dbles .. sama kyk kamu kalo sms kmu ga aku bles ..
tapi aku gak mau diperpanjang .. aku berusaha sabar .. karena aku yakin dan yakin kamu nantinya bkal ngerti .. tp gak selamanya aku begini .. stiap orang pnya batas kesabaran .!

Senin, 17 Januari 2011

untuk seluruh remaja Indonesia: curahan hati sedikit ..

untuk seluruh remaja Indonesia: curahan hati sedikit ..: "Tuhan,, aku mencintainya dan menginginkannya .. aku ingin menjadi sebagian jiwanya .. tapi aku tak tahu bgaimana mencari perhatiannya .. seb..."

Minggu, 16 Januari 2011

curahan hati sedikit ..

Tuhan,, aku mencintainya dan menginginkannya .. aku ingin menjadi sebagian jiwanya .. tapi aku tak tahu bgaimana mencari perhatiannya ..
sebenarnya mudah dan sangat mudah melupakannya .. tapi aku tak bisa, setiap kali aku ingin melepaskannya, rasanya berat,
mengapa seperti itu??
aku tak tahu ..
aku ingin dia menjawab .. aku ingin dia merasakan, dan aku ingin dia pun mengerti .. aku ingin selalu dmengerti ..

Ya Tuhan, aku merasa menjadi wanita lemah,, aku tahu.. lalu apa yg harus lakukan?? mengapa aku bisa mengenal dirinya ..
andai saja aku tidak memiliki akun facebook, mungkin sampai sekarang aku tidak mengenalinya .. aku bukannya menyesal, aku hanya ragu ..

Ya Tuhan,, aku merindukannya, sangat merindukannya .. tapi sulit dan sangat sulit menemukan langkahnya, byangannya pun sudah terlupakan karena waktu ..
Tuhan, bukankah jarak aku dan dirinya tidaklah jauh .. tapi entah mengapa, kian hari rasa yg dulu untuknya terkikis begitu saja ..

mengapa bisa terjadi pula cerita cinta 1 malam itu? (seperti lagu)
aku merasa kamu milikku .. lalu? aku ingin terjadi selamanya ..
tidak seperti lyric lagu itu, menceritakan, dia bhagia ..
ya aku bahagia .. tapi semua menyiksaku, tiap kali aku ingin membencimu .. selalu terbayang malam itu .. ah memang kenangan terindah ..

kecupan terakhirmu, begitu membangunkan jiwaku yg sedang mendilema .. rasaku kembali ada ..

Oh Tuhan .. sangat tersiksa aku saat ini ..
Tuhan, dilemaku kembali merajai hatiku ..
seseorang yg dlu pernah mnyentuh hatiku .. dia kembali .. dia datang membawa separuh nafasku yg hilang ..
tapi aku tetap tdak bisa mnghilangkan panah asmara dngannya ..

Tuhan, getar jiwa ini ., saat dia berbohong .. dusta itu masih aku rasakan .. namun cintaku mengalahkan segalanya ..

Tuhan,, kalau perasaan ini tak kau hendakkan, mengapa tak kau ambil saja, mengapa kau biarkan dia menghuni hati ..

Tuhan, kau yg tau segalanya, kau yg mengerti, aku sangat mencintainya ..
dan takkan kubiarkan dia pergi dan berlalu begitu saja ... :)
alvinjunizar

pacaran menurut islam

Islam Kok Pacaran

oleh Aliman Syahrani

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).
Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?
Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !
Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).
Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya."Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !
Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.

Dikutip dari: http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm

 

Artikel II

Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannyaPACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."
(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab