Jumat, 20 April 2012

about us

dear Irul,
beberapa minggu terakhir ini adalah minggu terberat yg pernah kujalani. menimbang2 antara aku, kamu, dan kita.
tapi setiap pemikiran tentu membawa pd sbuah keputusan, yg entah berakhir bahagia atau kesedihan. dan kamu memutuskan berpisah. berhenti dr hubungan yang kita jalani. semata-mata hanya krn kita sama2 letih untuk terus berlari.
kita berdua tentu sama sadar bahwa kita berada dijalur berbeda, yg tidak akan pernah bertemu disatu titik sampai kapan pun. aku mungkin harus mendisiplinkan diri untuk berpijak pd kenyataan, lebih realistis, serta tdk selamanya terlena dlm mimpi dan harapan kosong.
kamu tahu? terlalu mahal harga yg harus kubayar untuk hubungan ini. bukan dengan materi, tapi dng hati dan air mata yg jatuh setiap malam. aku sungguh merindukanmu, menunggumu, tapi akupun sungguh lelah bermain dng hati.
kamu dan aku adalah produk keegoisan orang-orang, ya walaupun harus kuakui mereka bernyali untuk membela cinta yg mereka punya.
kalau kita berdua mengalami kisah kehdupan yg sama pahitnya, akankah kita mengulanginya lagi? bukankah seharusnya kita blajar sesuatu?dan aku, bagaimana mungkin aku mencuri kilau yg sama dari calon istri dan anakmu? terlalu mahal harga yg harus kita bayar, aku, kamu, githa, dan calon anakmu kelak.
sampai saat ini, detik ini. akupun rindu denganmu, harus menahan semua sendiri. menahan amarah yg tidak akan pernah jelas bgaimana menghilangkanya. menghapus semua janji janjimu, janji kita, semua janji yg pernah kau lontarkan untukku.
tapi, sudahku izinkan kau pergi, izinkan kau berhenti dan mengakhiri, cinta itu tetap ada dan akan selamanya ada. ya, tentu saja aku tak bisa hidup tanpamu,. tapi terlebih lagi aku juga tidak bisa membayangkan hidup dngmu bersama tuduh-tudahan yg terus menyiksa kepala dan jiwa. bisakah semua itu mendatangkan bahagia? terlepas dr apakah yg sudah kita lakukan benar atau salah, aku tetap berutang terimakasih kepadamu. terimakasih telah menjadi teman terbaikku. terimakasih buat telinga yg selalu siap, mendengarkan sgala keluh kesah, dan tentu saja untuk hati yg telah kamu pinjamkan untukkuselama ini. terimakasih telah membuat hidupku seseru naik jet coaster ( tegang, deg-degan, bahagia, naik-turun). terimakasih telah banyak memberikan pengalaman baru dalam hidupuk.
kalau ini bisa mengurangi rasa sesak didada, ya, tentu saja semua kenangan tentangmu akan terus ada. maaf kalau aku sering menyakiti kamu dng kata-kataku. tapi kamu tentu tahu aku sayang kamu.
Be good. Always. I hate saying goodbye... so, see you later!

Rizka

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Dear Rizka..

Tulisan2 km bgs.. Diksinya tepat, menyentuh hati deh pokoknya :)

Dg sy baca tulisan2 itu membuat sy smakin syng sama Irul begitupun sebaliknya, mksh ya.. Oh ya, klo km mau dtg ke resepsi kami silakan saja, sms alamat lngkapnya aj nanti undangan sy kirimkan..

Yakin deh Riz, km ak mendapat pria yg benar-benar jujur dalam mencintaimu, lebih baik lagi, dan yang pasti menjadikan km peri di hatinya bukan sebagai selir..

Oh ya, yg terakhir sms itu bkn sy, melainkan irul sendiri..sy jg tdk tau knapa dy jadi seberang itu..

ok deh..Sukses terus buat karya2 selanjutnya ya juga buat cita maupun cinta..

Salam
_githa_

rizka noviatri mengatakan...

terimakasih sebelumnya. kalau masalah datang atau tidaknya blm pasti bisa atau tidak. sukses selalu. semoga sampai hari H lancar ya :) salam buat irul dan keluarga.