seperti yg kauketahui, sbnarnya batinku mengerti, semua dan dari awal dari perkenalan itu,
ada sebongkah kebohongan yg memang slalu kau tutupi,
seperti kau takut akan adanya kesakitan
dan hingga kini kau pun tak jujur, sengajakah atau hanya sebatas permainanmu?
sayang, itu tak lucu, aku terlalu lemah, sehingga aku bgitu mudah me’iya’kan segalanya,
maafku tak ada ujungnya untukmu,
seperti bunyi tambur mainan anakanak, seperti itulah aku tertawa saat kuketahui kau berdusta(entah, hatiku malah menangis, aku malu)
dan hingga saat ini pula, saat aku benar yakini cintamu …
YaTuhan, habis air mataku, kau buat langkahku telak, mati dan tak berdaya, kbohongan telah terlihat di matamu, dan sudah saja panas tubuhku dan berakhir dengan isakkan tangis yg menjelma ku menjadi orang bodoh.
yasudahlah kebohongan tetaplah kebohongan, takkan berubah mnjadi kejujuran.. Danku akui itulah dustamu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar