Senin, 01 September 2014

Dari pengisi hari-harimu(dulu)

Sudah lama ya kita tak menghabiskan ritual pukul tiga di kelambu. Dengan cumbuanmu penuh rayu. cerita manis yang tercipta. Lalu pagi memberikan  secangkir kopi untukmu dan teh manis hangat untukku. Hiduplah segala angan angan pada harihari yang kini selalu menorehkan kenangan. Asalkan bersamamu, matilah kekuatiranku. Asalkan bersamamu, aku tak butuh apa2 lagi. ‘Bahagia’ adalah paket lengkap pertama diatas gabungan kita berdua. Mungkin dibanding para lelaki yang pernah menghiasi hati, kamulah yang paling menyamankan aku untuk selalu mempertahankanmu di sisi. Kamulah yang tak pernah kusangka. Dan akulah yg tak pernah mengira akan terjatuh tiba tiba padamu. Ingatkah mimpi mimpi yang tak terbuat atas sekedar janji? Ketika percayaku mulai rapuh, kau yang buat ketakutanku luluh. Ingatkah persoalan2 yg buat wajahmu jadi gusar? Dari situlah terpecahkan dan kita mencoba samasama belajar. Ingatkah hujan yang pernah menghiasi pipiku? Kamulah yang mengusap aliran itu hingga lenyap. Kamulah yang meyakinkan bahwa segalanya akan baik2 saja. Memang. Tak seharusnya padamu hatiku terjatuh. Tak seharusnya aku biarkan seluruh pusat kerja rasa menjadi lumpuh. Aku begitu payah jika harus berurusan denganmu. Aku begitu payah untuk menyadari datangnya rasa itu sebelum kehadirannya menculikmu. Aku begitu payah untuk mencegah kepergianmu. Tanganku lemah, bibirku berdaya lemah. Tadinya aku mengira kita akan baik2 saja. Tak mungkin secepat itu kau dibawa pergi dan meninggalkanku disini bersama sepi. Ada yg belum terceritakan, ada yg belum mendengarkan, ada yg sedang berteman dng kesedihan dan kehilangan. Jika saja pilihanmu itu aku, pilihan kita pasti akan bertemu di titik yang satu. Tapi sayang, kenyataan terlalu jelas mengobrak-abrik pandangan. Aku harus tegap berjalan, dan menyembuhkan hati pelan2. Entah sampai kapan. Jika nanti kamu tidak bahagia, carilah aku sebagai tempat pertamamu. Dan tolong, hargai penantianku :’)

Dariku, pengisi hari-harimu (dulu)

Dari pengisi hari-harimu(dulu)

Sudah lama ya kita tak menghabiskan ritual pukul tiga di kelambu. Dengan cumbuanmu penuh rayu. cerita manis yang tercipta. Lalu pagi memberikan  secangkir kopi untukmu dan teh manis hangat untukku. Hiduplah segala angan angan pada harihari yang kini selalu menorehkan kenangan. Asalkan bersamamu, matilah kekuatiranku. Asalkan bersamamu, aku tak butuh apa2 lagi. ‘Bahagia’ adalah paket lengkap pertama diatas gabungan kita berdua. Mungkin dibanding para lelaki yang pernah menghiasi hati, kamulah yang paling menyamankan aku untuk selalu mempertahankanmu di sisi. Kamulah yang tak pernah kusangka. Dan akulah yg tak pernah mengira akan terjatuh tiba tiba padamu. Ingatkah mimpi mimpi yang tak terbuat atas sekedar janji? Ketika percayaku mulai rapuh, kau yang buat ketakutanku luluh. Ingatkah persoalan2 yg buat wajahmu jadi gusar? Dari situlah terpecahkan dan kita mencoba samasama belajar. Ingatkah hujan yang pernah menghiasi pipiku? Kamulah yang mengusap aliran itu hingga lenyap. Kamulah yang meyakinkan bahwa segalanya akan baik2 saja. Memang. Tak seharusnya padamu hatiku terjatuh. Tak seharusnya aku biarkan seluruh pusat kerja rasa menjadi lumpuh. Aku begitu payah jika harus berurusan denganmu. Aku begitu payah untuk menyadari datangnya rasa itu sebelum kehadirannya menculikmu. Aku begitu payah untuk mencegah kepergianmu. Tanganku lemah, bibirku berdaya lemah. Tadinya aku mengira kita akan baik2 saja. Tak mungkin secepat itu kau dibawa pergi dan meninggalkanku disini bersama sepi. Ada yg belum terceritakan, ada yg belum mendengarkan, ada yg sedang berteman dng kesedihan dan kehilangan. Jika saja pilihanmu itu aku, pilihan kita pasti akan bertemu di titik yang satu. Tapi sayang, kenyataan terlalu jelas mengobrak-abrik pandangan. Aku harus tegap berjalan, dan menyembuhkan hati pelan2. Entah sampai kapan. Jika nanti kamu tidak bahagia, carilah aku sebagai tempat pertamamu. Dan tolong, hargai penantianku :’)

Dariku, pengisi hari-harimu (dulu)

Kamis, 14 Agustus 2014

Dariku untuk kalian

Hei kau peretak hati,
Sudah kau dapatkan ya hati yang lain? Yang katanya mengenal mu lewat Tuhan.
Ternyata kita sama. Sama-sama sudah terpaut pada hati mereka yang baru. Kulihat dia seiman denganmu. Dan lagi-lagi kita sama ya. Ah.
Tentu kau bahagia. Pasti juga sudah kau dapatkan semangat baru darinya. Dan kulihat kalian saling cinta. Dugaan ku benar atau tidak?semoga benar ya.
Karena dengan itu aku juga bisa bahagia. Siapa bilang aku marah,siapa bilang aku cemburu... melihatmu menemukan kembali separuh hati yg sempat hancur karena ulahku. Melihatmu berjalan tanpa norma dan adat yang menghalang. Tentu aku bahagia. Aku bahagia mang!
Semoga cinta berjalan diatas landasan Tuhan yang mempertemukan kalian. Jangan takut untuk mempertahankan. Karena kisah kau kali ini tidak berujung sia2 seperti kisah kita dimasa lalu.. Selamat! Sampai jumpa di Altar gereja. Dimana kalian bersumpah janji dan aku tersenyum bahagia melihatnya..

Darinya

Darinya aku mengenal pengertian. Darinya aku mengerti bahwa cinta bukan hanya kenangan. Karena dirinya aku tau pengkhianatan. Karena dirinya aku belajar kesetiaan.
Bagiku ucapnya bukan sekedar omong kosong. Bagiku sikapnya tidak sekedar pengharapan. Karenaku ia tau bahwa cinta bukan untuk mainan. Karenaku ia belajar memaafkan.
Dengannya aku setia. Karenanya aku bahagia. Dan bersamanya aku akan selamanya....

Untuk yang terkasih; Raden Andriyana

Semoga

Di penghujung jalan nanti, semoga tdk akan ada kesalahan kedua. Semoga tidak akan kuakhiri lagi segala usaha dan air mata dng begitu sia2. Semoga tdkk akan ada lg senyuman manis yang menjadi korban. Sebab satu penyesalan lamban untuk lenyap, sedangkan seribu pengalaman tak akan juga cukup....

Mengapa aku dengan kenangan

Beginikah yang dirasa atas apa yg pernah kutakuti. Waktu berpacu lebih cepat setelah kau memutuskan tuk berlalu. Ku kira aku dan kamu tidak akan pernah mengenal kenangan.
Seperti biasa... hari-hari pun aku lewati dengan biasa. Sampai pada masanya aku harus menangis tersedu karena ternyata aku begitu kehilangan. Dari situ hari begitu kelam. Ah. Rasanya ingin ku culik kau dari cerita yang membiarkan mu pergi.. biar tidak ada lagi masa panjang untuk mengenang kenangan.
Padamu kuberikan semua. Denganmu kulalui semua. Bahkan saat diri tidak lagi bersama, hati ttp berjalan dibelakang bayangmu.
Tentu aku muak dengan rasa yang penuh asa. Setelah tau kau punya kekasih baru. kau dengannya berjalan jauh beriringan menuju kebahagiaan... sedangkan aku? mengapa kau tinggalkan aku bersama sebuah kenangan....
Ah! Segeralah pergi.bawa semua kenangan yg menyeret aku pada keterepurukan. Jangan lagi kau biarkan aku bermain dng bayangan.. Enyahlah. Biarkan aku bahagia dengan diriku yang baru.

Rabu, 22 Agustus 2012

cinta?

adakah batas antara tawa dan tangis dalam cinta? karena sekejap tawa berubah tangis oleh cinta. kebahagiaan yang membuncah tak terkira menjelma kesedihan berkepanjangan. keceriaan memetamorfosis menjadi kemurungan. mega putih mengelam oleh jelaga. dan tetes-tetes air mata merinai menganak sungai di alur hidung. Cinta. Zat apakah yg dikandungnya hingga ia bisa membuat kita merasai campur aduk rasa tak menentu? rasa yang begitu melenakan. begitu menyesak. menyiksa dalam resah. adalah perpaduan sengsara dan nikmat dalam takaran tertentu hingga terkadang ingin mengenyahkan, namun masih sayang untuk dibuang begitu saja. tapi, bukankah cinta bisa mengaburkan akal sehat hingga kekonyolan tak tampak sebagai keanehan? bukankah cinta itu buta? mungkin hanya infatuation, hanya gairah menggebu. lalu, cinta yang sebenarnya itu seperti apa?