Sudah lama ya kita tak menghabiskan ritual pukul tiga di kelambu. Dengan cumbuanmu penuh rayu. cerita manis yang tercipta. Lalu pagi memberikan secangkir kopi untukmu dan teh manis hangat untukku. Hiduplah segala angan angan pada harihari yang kini selalu menorehkan kenangan. Asalkan bersamamu, matilah kekuatiranku. Asalkan bersamamu, aku tak butuh apa2 lagi. ‘Bahagia’ adalah paket lengkap pertama diatas gabungan kita berdua. Mungkin dibanding para lelaki yang pernah menghiasi hati, kamulah yang paling menyamankan aku untuk selalu mempertahankanmu di sisi. Kamulah yang tak pernah kusangka. Dan akulah yg tak pernah mengira akan terjatuh tiba tiba padamu. Ingatkah mimpi mimpi yang tak terbuat atas sekedar janji? Ketika percayaku mulai rapuh, kau yang buat ketakutanku luluh. Ingatkah persoalan2 yg buat wajahmu jadi gusar? Dari situlah terpecahkan dan kita mencoba samasama belajar. Ingatkah hujan yang pernah menghiasi pipiku? Kamulah yang mengusap aliran itu hingga lenyap. Kamulah yang meyakinkan bahwa segalanya akan baik2 saja. Memang. Tak seharusnya padamu hatiku terjatuh. Tak seharusnya aku biarkan seluruh pusat kerja rasa menjadi lumpuh. Aku begitu payah jika harus berurusan denganmu. Aku begitu payah untuk menyadari datangnya rasa itu sebelum kehadirannya menculikmu. Aku begitu payah untuk mencegah kepergianmu. Tanganku lemah, bibirku berdaya lemah. Tadinya aku mengira kita akan baik2 saja. Tak mungkin secepat itu kau dibawa pergi dan meninggalkanku disini bersama sepi. Ada yg belum terceritakan, ada yg belum mendengarkan, ada yg sedang berteman dng kesedihan dan kehilangan. Jika saja pilihanmu itu aku, pilihan kita pasti akan bertemu di titik yang satu. Tapi sayang, kenyataan terlalu jelas mengobrak-abrik pandangan. Aku harus tegap berjalan, dan menyembuhkan hati pelan2. Entah sampai kapan. Jika nanti kamu tidak bahagia, carilah aku sebagai tempat pertamamu. Dan tolong, hargai penantianku :’)
Dariku, pengisi hari-harimu (dulu)